Pada suatu pagi yang cerah, seekor kelinci kecil masuk ke dalam hutan dengan wajah ceria. Bulu putihnya berkilau terkena sinar matahari, dan matanya berbinar penuh semangat. Saat berjalan-jalan, kelinci melihat sebuah pohon tinggi dengan buah-buah berwarna merah cerah menggantung di atasnya. Buah itu tampak sangat lezat. Kelinci pun melompat mencoba meraihnya, tetapi pohon itu terlalu tinggi sehingga ia tidak sampai.
Kelinci mulai berpikir dan sedikit kebingungan. Tiba-tiba, datanglah seekor gajah besar berwarna abu-abu. Melihat kelinci kesulitan, gajah berniat membantu dengan belalainya yang panjang. Namun, meskipun tinggi, buah itu masih sulit dijangkau. Tidak lama kemudian, seekor burung kecil berwarna biru dan kuning terbang mendekat. Burung itu juga ingin menolong dengan mematuk dan menarik buah dari ranting.
Akhirnya, mereka bertiga bekerja sama. Gajah menggoyangkan batang pohon, burung terbang berputar di antara daun hijau, dan kelinci menunggu di bawah dengan penuh harap. Pohon pun bergoyang kuat hingga buah merah itu jatuh ke tanah cokelat.
Dengan gembira, kelinci mengambil buah tersebut lalu membaginya kepada gajah dan burung. Mereka makan bersama dengan bahagia. Dari kejadian itu, mereka belajar bahwa tolong-menolong membuat pekerjaan menjadi lebih mudah, dan perbedaan warna serta kemampuan membuat kebersamaan semakin indah.
